Senja dan Rindu
Senja dan Rindu By: Any Ranyka Senja dan Rindu Di ujung senja yang dihiasi garis horizon penuh warna dengan takaran sempurna. Kau menunggu mematung, mengabari bahwa masa depan akan cerah. Wajahmu yang cerah ceria tersenyum penuh harap. Kedua bola mata elang yang selama ini kulihat dari beberapa gambar saja tampak nyata di depan mata. Beribu alasan menjadikan pertemuan pertama itu begitu syarat akan keingintahuan. Ketika kutahu bahwa senyumanmu begitu tulus, aku terdiam sejenak. Bertafakur bersama semesta dan berdiskusi dengan Tuhan. Jika memang ini jalan yang Ia pilihkan atas kita, aku akan pasrah. Dengan melihat keseriusanmu yang sempat meluluhkan pertahananku, aku pun datang demi pertemuan pertama yang terrencana. Tuhan memang sedang menguji hati kita. Itulah kenapa waktu ini begitu sulit untuk hanya sekadar memendam rindu yang tak menentu. Atau bahkan hanya aku sendiri yang merasakannya? Beberapa kali sejak perpisahan pada perjumpaan pertam...