Ikhlas, Allah Kuatkan



By: Any Ranyka

Ribuan kata terucap kala derita menimpa. Pepohonan seperti mengadu bersama, burung-burung penghibur terus bertasbih. Sesuatu itu telah  hilang, akankah ikhlas merajai?

Hidup selalu menghadirkan cerita-cerita unik darinya. Memberikan fakta-fakta yang belum pernah kita tahu, dengar, mengerti, dan alami. Itu semua bergantung kepada takdirNya. Qhodo’ dan qodarNya, dan semua kuasanya. Terkadang jiwa merasa terusik ketika kesusahan menimpa, kehilangan terjadi di saat yang tidak diharapkan, rencana-rencana tak sesuai  keinginan, dan usaha-usaha yang butuh pengorbanan, semua itu hanyalah perantara, dan Allah-lah yang menentukan. Baikkah hal itu, burukkah hal itu, menyenangkankah. Semua bergantung kepadaNya. Memang manusia tempat khilaf dan salah, kadang bibir berucap “ikhlas” namun hati bersikukuh untuk mengharapkan itu ditemukan kembali. Bersabarlah! Mungkin Ia sedang ingin dekat-dekat dengan kita, ingin terus melihat derasnya pengharapan kita, mungkin Ia sedang jatuh cinta. Semua itu pasti akan digantikanNya dengan yang lebih baik, lebih menguntungkan dunia akhiratmu. Bersabarlah.

Kuat dalam menekuni keikhlasan menjadi kunci ketenangan jiwa. Bahkan angin selalu menaati titah Rabb-nya tanpa lelah, matahari selalu bangun pagi untuk memberikan cahaya kehidupan kepada manusia atas perintahNya, dan bulan rela ditinggalkan oleh matahari ketika malam. Semua itu karena apa? mereka takwa dan ikhlas menjalankannya. Mereka merasa tak kuasa, lemah, dan perlu bantuan.
Mengharaplah kepada Sang Pencipta, keadaanmu, bagaimanamu, dan semua cita-citamu. Serahkanlah semuanya secara kaffah tanpa ada yang tersisa. Allah-lah penghibur, Allah-lah tempat mencurahkan yang menghadirkan ketenangan. Tiada lain yang pantas menjadi tempat pengharapan selain Allah. Serahkan, Allah kuatkan..
.
.
Facebook: Any Hidayatul Munawaroh
Instagram: @anyranyka
Twitter : @anyranyka_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergaulan Sebagai Cetakan Karakter Anak

Nihayah