Teori Humanisme dan Pendidikan Masa Kini
Teori Humanisme
dan Pendidikan Masa Kini
(Zuanti F. Melani)
Bangsa Yunani adalah bangsa yang mempunyai pengaruh terbesar pada
zamannya. Bangsa Yunani sangat memperhatikan, menghargai pembelajaran
pendidikan, keindahan dan budaya, serta tak tertinggal fikiran ahli-ahli
filsafat yang sangat popoler namanya. Secara lughoh kata filsafat berarti cinta
akan kebijaksanaan (Knight, 2009, hal.10). Contoh ahli filsafat dari Yunani
Kuno seperti Plato dengan teori idealismennya (427-347 SM) dan Aristoteles
dengan teori realismenya (384-322 SM) yang telah menyumbang banyak pemikirannya
dalam dunia filsafat.
Teori humanisme merupakan suatu pemikiran filsafat yang menjunjung
tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menjadikan manusia sebagai kriteria segala
sesuatu. Menurut Arthur Combs dan kawan-kawannya menyatakan bahwa apabila kita
ingin memahami perilaku orang lain maka kita harus mencoba memahami dunia
persepsi orang itu. Selanjutnya Combs dan kawan-kawanmengatakan juga bahwa
perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanya dari ketidakmauan seseorang
untuk melakukan sesuatu. Ini sesungguhnya berarti bahwa siswanya itu tidak
memiliki motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu.
Apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain, ada kemungkinan siswa akan
memberikan reaksi yang positif.
Sedangkan teori humanism sendiri merupakan salah satu teori dalam
disiplin ilmu pendidikan. Teori pendidikan menurut salah satu tokoh pendidikan
Mudyaharjo (2002:26) menjelaskan bahwa teori pendidikan adalah sebuah pandangan
atau serangkaian pendapat ihwal pendidikan yang disajikan dalam sebuah konsep
pendidikan merupakan suatu kelompok tertentu yang mempunyai hubungan timbal
balik untuk menyampaikan informasi. Selain itu, teori pendidikan dapat
diartikan tentang makna dan bagaimanapun pendidikan itu dilaksanakan.
Adapun teori humanisme sendiri merupakan cara belajar yang lebih
mengacu pada sisi perkembangan manusia dari aspek psikologis atau kepribadian,
maksudnya teori humanisme ini lebih mengedepankan perhatian pada anak untuk
menggali potensi dan fokus untuk mencari kemampuan mereka melalui
pendekatan-pendekatan seorang guru terhadap muridnya. Intinya fokus teori
humanisme adalah perilaku seseorang. Diteori humanisme ini selain membentuk
manusia sesuai yang dicita-citakan akan tetapi juga bertujuan untuk
memanusiakan manusia dan juga untuk mengembangkan dirinya sendiri sebagai
manusia sempurna dan bisa mengenali dirinya sendiri serta mengembangkan
ketrampilan mereka. Menurut aliran humanistik ini pemberian pendidikan kepada
manusia harus berdasarkan perhatian dan perasaan siswa tersebut.
Pendidikan humanistis ini memfokuskan pada pengembangan mental,
spiritual, emosi, sosial, dan ketrampilan berkarakter. Dengan cara bagaimana
individu itu bisa dipengaruhi dan dibimbing melalui pengalaman-pengalaman
mereka sendiri. Kesimpulannya, teori humanisme dalam pendidikan itu
mengunggulkan pendekatan psikologis terhadap anak atau siswa dengan dasar
humanis yakni memanusiakan manusia agar dapat melatih siswa untuk mengembangkan
kemampuan empirisnya, emosi, sosial, mental, dan ketrampilannya.

Komentar
Posting Komentar