Kumpulan Puisi





Assalamu'alaikum....
Kali ini saya ingin membagikan beberapa puisi yang masuk dalam dapur "dihapus sayang" :)
Mari dibaca, kalau mau ada kritik saran sangat diharapkan.
Puisi zaman-zaman Mts

Maaf jika sedikit kuker ya, hahaha. Zaman dulu mah, belum pernah tahu model puisi gimana yang benar, asal asik nulis aja tanpa beri keterangan waktu. wks. Ini ada lagi yang sengaja kubuat model pict ya. Tapi, untuk sisanya hanya berupa tulisan saja sih, belum sempat buat versi pict hew. :)


Berikut puisi edisi "entahlah" haha.


CANDU
(Any Ranyka)

Apa itu candu?
Dentum jarum jam yang berjalan
Waktu yang bergulir
Masa lalu
Serta rindu adalah candu
Candu untuk kembali merengkuh yang dahulu
Kala akar masih berukuran anak cacing di tanah hulu
Kala daun masih hijau seperti baru
Kala bunga-bunga belum tampak senyuman haru
Rindu tetap bagaikan candu
Perihal hati yang terjebak di masa lalu
Hati yang terjerat keinginan tak menentu
Rindu akan masa lalu menjadi candu
Meski waktu telah berganti namun rindu tetap candu
Sejauh apapun langkah, setinggi apapun lompatan, rindu tetap menjadi candu
Kemana pun langkah menyusuri, rindu kembali kepada candu
Candu untuk saling bertemu
Candu akan masa lalu yang akan terkenang selalu


________________

eits, maaf itu juga kelupaan waktu wkwkwkw. sekitaran 2017 soalnya. hew.



Hilang
(Any Ranyka)


Merangkai kuat ingatan ini
Bertemu dengan angan, hanyalah mimpi
Mengejar hal parau seperti ini
Hidup!
Kenapa harus begini?
Kusesali sudah yang kujalani
Sampai akhirnya jiwa ini tak sanggup mengingat kembali
Betapa banyak kesudahan dosa gila ini
Sampai kulalui amnesia diri
Menyeka waktu yang kini telah pergi
Aku ingin bersembunyi dicelah ingatanku sendiri
Hilanglah!
Kenangan pahit yang semakin parah
Pergilah!
Masa lalu yang penuh darah
Entahlah semua itu bagaikan mimpi
Sampai lelah sukma sendiri
Ililalang berduri tak mampu kucabuti
Ponorogo, 13 November 2015




Tameng Islam
(Any Ranyka)

Setengah abad usia senja itu
Sebuah pondok kecil di kanan surai terpencil
Tampak kau mulai berdiri meniti jalanmu
Senyum merekah para pengajarmu
Memang, tak pernah pandang bulu
Berbagai macam sampai pemukul palu
Melambai senang ke arah umur sendumu
Cakrawala menatap senyummu
Ikut tersenyum bersama kertas lebam di tangan santrimu
Cakrawala tersenyum untukmu
Aduhai, manis nian di pandanganku
Jiwaku terhanyut sedan terbuai oleh itu
Lantas, kau tetap berdiri kokoh dengan kaki bertumpu
Dengan susah kau lalui semua itu
Senang memang setelah kau rasakan hasil itu
Jerih payah sejak dahulu
Kau tetap kokoh di situ
Memandang langit gagah tanpa rasa pilu
Kau kuat, kau hebat
Di balik tameng kebangganmu
Tameng Islam pelindungmu
Ponorogo, (Lupa Tanggal dan bulan), 2016



Kuncup Fajar
Any Ranyka

Apa harapan bocah kecil manis itu?
Hanya penantian sebuah waktu
Lembaran kertas yang semakin lebam di tangan lucu
Menggoreskan kata embun pagi yang mengharu biru
Katup bibir terucap lembut dan terciptalah undakan mimpi yang mulai diburu
Merasakan, bagaimana sukma dan raga bersatu padu
Merasakan, betapa dahsyatnya mimpi di ujung syahdu
Bertengger juga penantian dalam waktu
Masihlah waktu yang menjawabmu
Kerlingan mata mendapat kuncup mata biru
Akankah mekar mahkota baru itu?
Tergoyanglah tangkai lemas terpaan angin
Lunglai lemah diatas angan
Jiwa kecil mana yang tak akan rindu
Masa depan dengan rindang harapan
Masa depan diakhir penantian
Hanyalah waktu saja yang dinantikan
Menjemputnya dengan seribu senyuman baru
Eratkan terus akar bunga kecil itu
Ikatlah kuat-kuat apapun yang ada di situ
Hingga.....
Tibalah saatnya waktu menariknya dengan tenang
Melukiskan senyuman penghidupan
Anak kecil yang sudah merangkak tenang
Menuju peradaban indah yang lebih nyata
Tumbuhlah menjulang tinggi
Masa depan yang selalu dinanti
Ponorogo, 23 Desember 2015
___________
Ini random saja ya, niatnya hanya ingin membagikan hehew. Belum semuanya sih, tapi jika semuanya, bakalan rame wkwkwk. Niat membagian juga niat untuk minta kritikan. Saya hanya  pemula yang kurang mahir, mohon ya. 

Akhiron, Wassalamu'alaikum....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergaulan Sebagai Cetakan Karakter Anak

Nihayah