Nihayah
Nihayah (Puncak) By: Any Ranyka ~oOo~ Senja. Anganku mulai melayang ke waktu yang belum terlalui. Pikiranku merantau ke waktu yang belum mampu terjamahi, apakah akan terjadi atau halusinasi. Aku mendongak, menatapmu yang berjalan dengan senyuman lalu mengambil posisi duduk di sampingku. Kulirik tanganmu membawa kitab tafsir kesukaanmu. Hal krusial menjadi tabu kala ingatan mulai memudar. Perlahan-lahan hilang dan lenyap begitu saja. Yang telah dilalui raib bersama dentum jam yang setiap hari berputar. Waktu berlalu cepat meninggalkan jejak masa lalu. Wajah keriput, kulit kusam, bagai daun yang dulunya hijau segar, kini berubah menjadi layu. Ia memunggungi awan dan menunggu waktu untuk menjatuhkannya. Asa yang sempat terlontar menjadi pijakan masa yang tak terlupakan. Menikmati hitam dan putih kehidupan di setiap harinya. Kupahami rambut indah yang tak lagi hitam seperti dulu. Aku terduduk manis di depan jendela kamar. Berteman bingkai kenangan tentang masa muda...