Title       : Like Umberela

Cast       :
·         Kim Tae Hyung
·         Cho Hae Bi

Length  : Drabble ( pendek sependek-pendeknya :D )

Cover    : Abaikan! Rada gak jelas :v

Author  : Ranyka Lee

“Daun pisang! Oh, daun pisang!”

Happy Reading! ^^


*******

Derai hujan terdengar sejak pertengahan jam pelajaran terakhir tadi. Kini beberapa anak yang membawa payung berangsur-angsur meninggalkan teras sekolah. Kutoleh samping, kulihat Kim Tae Hyung juga memiliki nasib sama sepertiku. Sejenak kutarik napasku pelan, dan kulepaskan perlahan. Keramaian sekolah yang sempat memenuhi telingaku kini berangsur senyap. Menyisakan aku dan Tae Hyung saling termangu menatap awan hitam yang tak kunjung pergi dari naungannya.

Pria yang mendapat peringkat satu di kelas itu nampaknya melakukan kesalahan besar, ia selalu ingat untuk mengerjakan PR, tapi ia bisa lupa untuk membawa payung. Jika aku disamakan dengannya, mungkin tak ada 2%-nya. Aku memang pelupa, jadi kesalahan ini bisa kumaklumi.

Tae Hyung menoleh ke arahku, aku terperangah, segera kualihkan pandanganku untuk menatap depan. Kugoyangkan kaki kananku ke depan ke belakang. Lalu perlahan menoleh kembali ke arah Tae Hyung. Untunglah pria itu telah mengalihkan pandangannya. Ia nampak berpikir keras. Sampai akhirnya ia menoleh lagi ke arahku dan menghampiriku.

“Eung...Cho Hae Bi! Bukankah arah rumah kita sama?”

Aku mengangguk. “Nde, lalu?”

“Kau tunggu di sini ya, aku ke sana dulu.”

Pria itu berlari kecil menuju ke sisi kanan. Di mana ada beberapa pohon tertanam di sana. Itu adalah taman kecil yang dibuat anak pecinta alam setahun yang lalu. Nampak pohon pisang yang menjadi maskot unik mereka, karena jarang ada pisang di sini. Tae Hyung juga anak pecinta alam, jadi kupikir dia sedang memeriksa tanamannya.

Perkiraanku salah. Ia datang dengan membawa sepeda dan dua helai daun pisang.

“Buat apa kau mengambilnya?” tanyaku.

“Untuk pulang. Setengah jam lagi aku harus les, jadi aku harus segera pulang. Tenang saja! Aku akan mengantarmu sampai ke rumah.”

Bisa ku sebut jika otak anak ini keterlaluan jenius. Dari sekian banyak helai kain, daun, kenapa harus daun pisang yang ia pilih?

“Daun pisang bisa sobek jika tidak tahan dengan tekanan yang ia dapat.” Penjelasannya membuat kepalaku mengangguk ragu.

“Pakai ini! Kau akan kubonceng.” Tae Hyung menyodorkan sehelai daun pisang yang ia bawa. Ragu-ragu aku naik untuk diboncengnya.

“Ma’af ideku sangat gila!” serunya karena suara hujan terdengar semakin deras.

“Tidak apa-apa! terima kasih tumpangannya!” teriakku dari belakang.

“Pegangan yang kuat!”

Apa? pegangan yang kuat? Aku terdiam cukup lama. Haruskah aku memegang pinggang pria ini? Aha! Tak perlu, karena aku masih bisa memegang ranselnya. Aku tersenyum. Tangan kananku memegang erat ransel Tae Hyung dan tangan kiriku memegang daun pisang yang ia sodorkan tadi.

“AKU SUDAH SIAP! AYO!” teriakku lagi.

Tae Hyung mengangguk, ia kayuh sepedanya dengan keadaan tangan menyetir satu, satunya lagi memegang daun pisang.

Well, jika sedang musim hujan lebih baik bawalah payung. Sesuai dengan peribahasa yang berbunyi ‘bawalah payung sebelum hujan’ jadi kapanpun kalian bisa pulang tepat waktu. Lagi pula, daun pisang juga tak terlalu buruk, setidaknya mampu melindungi area kepala, sementara tubuhku basah semua. Aku tak bisa membayangkan, bagaimana jika tak ada daun pisang di sekitar sekolah?

~FIN

Hwahahaha, pendek bin nyebelin! :v ide gila aneh! Kalau gak ada daun pisang pake aja benner umbul-umbul atau benner iklan, copot aja itu :v bhaksss semakin menggila :v maap, author lagi kumat, biasanya kambuh setelah pantengin potonya mphi semalaman :v gak betah juga didemo anna sejak ujian kemarin, -_- ini tombo kangennya Ann!

oh iya, yg udh nyempetin baca, tks ya! See ya next time!! #lambaiTangan :D

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergaulan Sebagai Cetakan Karakter Anak

Nihayah