Ramadhan, Masa Sulit Mengucap “Selamat Tinggal"
By: Any Ranyka “ Terima kasih kepada pertemuan karena menyisakan kerinduan setelah perpisahan ” Sayup-sayup lantunan kalam suci membelai telingaku. Kemelut-kemelut yang membungkus langkah di sepanjang jam, menit, detik lalu menghilang sudah. Itulah malam ramadhan. Waktu gelap yang menjadi kesukaan Rama –namaku-. Kelahiran manusia menjadi masa terindah bagi orang tuanya, begitupun dengan abah dan umi yang selalu bercerita akan masa kecilku dengan tiada henti berserta senyuman kecil dari mereka. Akhirnya dengan suka cita dan harapan penuh, aku dinamakan Ramadhan, bulan kelahiranku. Dua puluh tahun yang lalu jeritan mungilku menjadi kenangan tersendiri bagi abah dan umi. Lantunan adzan pertama dari abah kujadikan suara terindah sepanjang masa, namun siapapun tak bisa mengelak jika mereka akan lupa akan suara adzan ayahnya sendiri. Secara sadar kujadikan suara yang terlupakan menjadi suara terindah sepanjang masa. Abah - umi, begitulah kalian sangat menyayangiku s...